BERITA  

Di Tengah Jalan Rusak dan Kantor Bupati Tak Kunjung Rampung, Pemuda Barangka Nilai Bupati Mubar Lebih Sibuk Bangun Popularitas

CORONGSUARARAKYAT.COM, MUNA BARAT,– Di saat berbagai persoalan mendasar di Kabupaten Muna Barat masih belum terselesaikan, sorotan tajam justru diarahkan kepada Bupati Muna Barat, Darwin, yang dinilai lebih aktif menghadiri berbagai kegiatan seremonial dibanding menuntaskan pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Kritik tersebut disampaikan Pemuda Kecamatan Barangka melalui La Ode Muhammad Zulyarson. Ia mempertanyakan arah prioritas kepemimpinan Darwin di tengah kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah yang masih dikeluhkan masyarakat serta pembangunan Kantor Bupati Muna Barat yang hingga kini belum menunjukkan penyelesaian yang signifikan.

Menurutnya, masyarakat berhak mempertanyakan kinerja pemerintah daerah ketika proyek-proyek strategis yang menjadi simbol pelayanan publik justru belum tuntas, sementara kepala daerah dinilai lebih sering terlihat dalam berbagai agenda yang berpotensi meningkatkan elektabilitas dan popularitas politik.

“Publik tentu bertanya, mengapa di tengah jalan-jalan yang masih rusak dan kantor bupati yang belum rampung, pemerintah justru lebih banyak disibukkan dengan kegiatan-kegiatan seremonial,” kata La Ode Muhammad Zulyarson, Jumat (10/7/2026).

Ia menyoroti keterlibatan Darwin dalam sejumlah agenda, mulai dari pertandingan domino, turnamen sepak bola hingga Reuni Akbar Kerukunan Masyarakat Muna Sulawesi Tenggara. Rangkaian kegiatan tersebut dinilai menimbulkan persepsi publik bahwa pemerintah lebih fokus membangun citra politik dibanding mempercepat penyelesaian persoalan daerah.

Pemuda Barangka menilai kondisi tersebut patut menjadi bahan evaluasi serius. Sebab, masyarakat Muna Barat saat ini membutuhkan kehadiran pemerintah dalam bentuk kebijakan konkret, bukan sekadar aktivitas seremonial yang minim dampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

“Kepemimpinan daerah seharusnya diukur dari seberapa besar persoalan masyarakat dapat diselesaikan, bukan dari seberapa sering tampil dalam kegiatan yang berpotensi mendongkrak popularitas,” tegasnya.

Lebih jauh, Pemuda Kecamatan Barangka melontarkan ultimatum politik kepada Bupati Darwin. Mereka menegaskan, apabila kepala daerah tidak lagi mampu menjalankan roda pemerintahan secara maksimal dan gagal menetapkan prioritas pembangunan, maka sudah sepatutnya melakukan evaluasi terhadap posisinya sebagai pemimpin daerah.

“Jika Bupati Muna Barat merasa tidak mampu mengelola daerah ini dengan baik dan tidak dapat menjawab harapan masyarakat, maka lebih terhormat mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya daripada membiarkan masyarakat terus menunggu tanpa kepastian pembangunan,” tegas La Ode Muhammad Zulyarson.

Ia menambahkan, kritik yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap masa depan Kabupaten Muna Barat. Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pemerintah ketika arah pembangunan dinilai mulai keluar dari kebutuhan utama masyarakat.

“Kami tidak anti terhadap kegiatan sosial maupun kebudayaan. Namun, jangan sampai kegiatan tersebut justru mengaburkan persoalan mendasar yang hingga kini belum terselesaikan. Masyarakat membutuhkan jalan yang layak, pelayanan pemerintahan yang maksimal, dan pembangunan yang nyata, bukan sekadar panggung pencitraan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *