Konawe Selatan – Masyarakat Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia dapat memberikan perhatian terhadap potensi kawasan persawahan di wilayah Desa Puulipu, Desa Angata, Desa Matabondu hingga Desa Pundambu.
Harapan tersebut muncul setelah ahli waris hak ulayat, Usman Lasoopa, melakukan kontribusi nyata dengan membangun tanggul persawahan sepanjang kurang lebih 2 kilometer menggunakan anggaran pribadi sekitar Rp2 miliar demi kepentingan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Pembangunan tanggul tersebut menjadi bukti keseriusan ahli waris hak ulayat dan masyarakat adat dalam membuka akses kawasan pertanian yang memiliki potensi kurang lebih 6.000 hektar lahan persawahan di Kecamatan Angata.
Namun hingga saat ini, harapan masyarakat untuk pengembangan dan percetakan sawah masih terkendala status sebagian kawasan yang masuk dalam wilayah konservasi. Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap adanya perhatian dan solusi dari pemerintah pusat agar potensi pertanian masyarakat pelosok tetap dapat diperhatikan tanpa mengabaikan ketentuan peraturan yang berlaku.
Masyarakat menilai kontribusi nyata yang dilakukan oleh ahli waris hak ulayat Usman Lasoopa menggunakan dana pribadi merupakan bentuk pengorbanan besar demi mendukung sektor pertanian masyarakat pelosok. Akan tetapi hingga saat ini, masyarakat merasa kontribusi tersebut belum banyak mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Karena itu, rakyat Kecamatan Angata bersama ahli waris hak ulayat berharap Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, dapat melihat langsung potensi kawasan pertanian di Kecamatan Angata serta memberikan perhatian terhadap harapan masyarakat yang membutuhkan program percetakan sawah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.
Pada masa kepemimpinan Menteri Pertanian RI sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo, wilayah Desa Pundambu pernah menjadi bagian dari agenda Hari Pangan Sedunia dan sebagian program telah terealisasi. Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap kawasan pertanian tersebut dapat terus berlanjut melalui program percetakan sawah secara bertahap.
Masyarakat juga menegaskan bahwa mereka tidak meminta seluruh kawasan 6.000 hektar langsung direalisasikan. Namun dengan adanya kontribusi nyata pembangunan tanggul persawahan menggunakan dana pribadi kurang lebih Rp2 miliar, ahli waris hak ulayat dan masyarakat berharap pemerintah pusat dapat melihat keseriusan serta kesiapan kawasan pertanian di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan.
