MUNA BARAT – Aliansi Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (ALAM Sultra) kembali menyoroti dugaan buruknya pelayanan di RSUD Kabupaten Muna Barat setelah viralnya dugaan keluarga pasien mengambil sendiri obat di instalasi farmasi akibat petugas tidak berada di tempat saat kondisi pasien darurat.
Ketua ALAM Sultra, Rahman Kusambi, menilai kejadian tersebut bukan lagi persoalan biasa, melainkan cerminan lemahnya sistem pelayanan dan pengawasan internal di rumah sakit daerah tersebut.
Menurut Rahman, dalam beberapa waktu terakhir RSUD Muna Barat terus menuai keluhan masyarakat.
Mulai dari pelayanan yang dianggap lamban, keluarga pasien yang sempat marah dan viral di media sosial, hingga berbagai persoalan pelayanan lainnya yang dinilai mencederai kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah itu.
“Ini harus menjadi perhatian serius. Sudah terlalu banyak keluhan masyarakat terkait pelayanan RSUD Muna Barat. Bahkan beberapa kali sempat viral karena keluarga pasien kecewa dan marah terhadap pelayanan rumah sakit,” tegas Rahman Kusambi.
ALAM Sultra menilai peristiwa keluarga pasien mengambil sendiri obat di ruang farmasi menunjukkan adanya dugaan kelalaian serius dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada instalasi yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
Rahman juga mempertanyakan peran dan ketegasan Direktur RSUD Muna Barat dalam melakukan evaluasi terhadap kedisiplinan petugas serta sistem pelayanan rumah sakit.
“Dirut RSUD jangan tutup mata. Rumah sakit adalah tempat pelayanan kemanusiaan, sehingga seluruh petugas harus siaga dan profesional. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, maka publik tentu mempertanyakan sejauh mana pengawasan dan tanggung jawab pimpinan rumah sakit,” ujarnya.
Selain menyoroti pelayanan, ALAM Sultra juga meminta Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen RSUD agar kejadian serupa tidak terus berulang.
ALAM Sultra menegaskan pelayanan kesehatan merupakan hak masyarakat yang wajib diberikan secara maksimal, cepat, dan manusiawi, terlebih dalam kondisi pasien darurat yang membutuhkan penanganan segera.
