BERITA  

ALIANSI AKTIVIS MAHASISWA SULAWESI TENGGARA (ALAM SULTRA)“Mendorong Pengusutan Menyeluruh atas Dugaan Jaringan Distribusi Tabung Gas Ilegal di Muna Barat”

Muna Barat – Aliansi Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (ALAM Sultra) menyoroti penangkapan tabung gas ilegal yang diduga diselundupkan dari Bombana oleh aparat Polairud di wilayah Muna Barat. Peristiwa ini menjadi indikasi kuat adanya aktivitas distribusi ilegal yang terstruktur dan tidak berdiri sendiri.

Kami menilai, praktik penyelundupan tersebut sangat mungkin terhubung dengan keberadaan titik penampungan atau gudang penyimpanan ilegal di dalam wilayah Muna Barat. Oleh karena itu, pengungkapan kasus ini tidak boleh berhenti hanya pada pelaku pengangkutan di lapangan.

Dibutuhkan langkah serius untuk menelusuri rantai distribusi secara utuh.

ALAM Sultra memandang bahwa keberadaan tabung ilegal dalam jumlah tertentu tidak mungkin terjadi tanpa adanya sistem penyaluran dan penampungan yang terorganisir.

Dugaan adanya aktor yang berperan sebagai penampung maupun pengendali distribusi harus menjadi fokus utama dalam proses penyelidikan lanjutan. Jika hal ini tidak diusut secara komprehensif, maka praktik serupa berpotensi terus berulang dan merugikan masyarakat, khususnya dalam hal distribusi energi bersubsidi. Ini juga mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap peredaran barang bersubsidi di daerah.

Olehnya itu, kami menyampaikan sikap dan tuntutan sebagai berikut:

Mendesak aparat kepolisian, khususnya Polairud dan Polres Muna, untuk mengembangkan kasus ini secara menyeluruh hingga mengungkap lokasi penampungan atau gudang ilegal yang diduga berada di wilayah Muna Barat.

Meminta aparat penegak hukum untuk menelusuri seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan distribusi, termasuk aktor utama yang diduga mengendalikan peredaran tabung gas ilegal tersebut.

Mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk memperketat pengawasan distribusi tabung gas bersubsidi agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

ALAM Sultra menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan adanya transparansi dalam proses penegakan hukum.

Apabila tidak ada langkah konkret dari pihak terkait, maka kami akan mempertimbangkan langkah lanjutan sebagai bentuk kontrol sosial.

“Pengungkapan kasus ini harus menyasar hingga ke akar, termasuk penampung dan aktor di baliknya, demi menjaga keadilan dan kepentingan masyarakat,” tutup pernyataan ALAM Sultra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *