CorongSuaraRakyat.com, Kendari – Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus Sulawesi Tenggara (IMALAK Sultra) menyoroti rangkap jabatan istri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari yang saat ini menjabat sebagai Plt Direktur RSUD Abunawas sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari.
Wakil Ketua IMALAK Sultra, Azizul, menegaskan bahwa kondisi tersebut sangat rawan konflik kepentingan dan berpotensi melahirkan praktik kongkalikong kekuasaan dalam pengelolaan sektor kesehatan.
“Bagaimana mungkin pengawasan dan pelaksana layanan kesehatan berada dalam lingkaran yang sama, ditambah lagi memiliki hubungan langsung dengan Sekda. Ini berpotensi merusak prinsip transparansi dan membuka ruang kongkalikong kekuasaan,” tegas Azizul.
IMALAK Sultra menilai jabatan publik bukan ruang bagi praktik kekuasaan keluarga. Jika situasi ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan di Kota Kendari bisa runtuh.
Karena itu, IMALAK Sultra mendesak Pemerintah Kota Kendari segera mengevaluasi rangkap jabatan tersebut agar tidak menimbulkan kecurigaan publik terhadap potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan sektor kesehatan.


